Hasil carian Anda

Sentul City Prioritaskan Aliansi Strategis

dikirim oleh toyo pada November 22, 2016
| 0

PT Sentul City Tbk (BKSL) tengah menjajaki aliansi strategis untuk membuat perusahaan patungan (joint venture/JV) dengan sejumlah perusahaan. Dalam tiga tahun mendatang, Sentul City menetapkan strategi bermitra dengan perusahaan lain untuk membangun semua proyeknya.

Presiden Direktur Sentul City Keith Steven Muljadi mengatakan, selain dengan perusahaan domestik, Sentul City telah berbicara dengan perusahaan asal Tiongkok, Jepang, Singapura, Malaysia, dan Korea Selatan.

“Pokoknya strategi tiga tahun ke depan JV semua. Tidak hanya untuk mengembangkan properti, tetapi untuk menambah konten seperti entertainment dan kuliner,” ujar dia di Jakarta, Senin (10/10).

Keith menegaskan, perusahaan Tiongkok menginginkan proyek-proyek properti. Perusahaan tersebut menginginkan proyek-proyek komersial mixed use berskala besar. Sementara itu, karakter perusahaan asal Korea Selatan adalah ekonomi kreatif. Pengembangan ekonomi kreatif di negara itu sudah 15 tahun lebih maju dibandingkan negara-negara lain.

Adapun perusahaan Singapura tertarik dengan berbagai macam proyek di Indonesia. Hal itu terjadi karena investor Singapura memiliki banyak dana.

Menjelang akhir tahun ini, Sentul City akan fokus untuk mengerjakan sejumlah proyek yang tertunda. Satu di antara proyek perseroan yang segera kembali dikerjakan adalah Aeon Mall di Sentul City. Total nilai proyek tersebut sebesar Rp 1-1,5 triliun.

Proyek Aeon Mall dimulai awal tahun ini dan sudah memasang tiang pancang. Proyek di lahan seluas 7,8 hektare (ha) itu dalam pembangunan struktur fondasi. “Tahun ini dialokasikan Rp 500 miliar untuk membangun. Tahun depan sisanya sekitar Rp 500 miliar,” tutur Keith.

Selain Aeon Mall, perseroan bakal segera membangun landed house, apartemen, satu menara perkantoran, dan satu hotel. Perseroan akan menyelesaikan proyek-proyek itu dalam satu hingga tiga tahun mendatang.

Sentul City berencana membangun proyek mixed use seluas 200 hektare (ha) tahun depan. Pembangunannya akan dilakukan melalui PT Group 70 Indonesia, perusahaan patungan (joint venture/JV) antara perseroan dan pengembang properti asal Amerika Serikat, Group 70 International.

Head of Banking and Investor Relations Sentul City Michael Tene mengatakan, saat ini perseroan sedang mendiskusikan konsep untuk proyek tersebut. “Group 70 memang sudah berpengalaman sebagai master planner dan arsitek. Proyek ini akan ada office commercial dan residensialnya, dengan tema salah satu cabang ekonomi kreatif,” jelas Michael.

Menurut dia, perseroan memegang kepemilikan mayoritas di perusahaan patungan tersebut. Namun ia belum bisa menyebutkan nilai investasi untuk proyek ini. “Untuk capex, proyek ini memang harus matang dulu konsepnya. Kami usahakan bisa launching tahun depan, dan bisa juga kami akan menggandeng partner lain untuk pengembangannya,” imbuhnya.

Michael memaparkan, dengan land bank yang sangat luas sekitar 13.000 ha, perseroan selalu membuka kemungkinan untuk bekerjasama dengan pihak lain untuk pengembangan properti di Sentul. Sebelumnya, Sentul City juga bekerjasama dengan PT PP Properti. Perseroan membentuk JV untuk menjalankan usaha di bidang jasa, pembangunan, dan perdagangan.

Direktur Sentul City Widi Widananto mengungkapkan, total modal disetor JV baru tersebut sebesar Rp 100 miliar. Perseroan akan mengambil bagian modal disetor sebesar Rp 51 miliar atau setara 51% saham pada JV tersebut. “PP Properti mengambil bagian 490 juta saham senilai Rp 49 miliar,” jelas Widi. Dia menegaskan, JV yang baru dibuat akan berdampak positif terhadap perkembangan bisnis kedua perusahaan.

Tinggalkan pesan

Email Anda tidak akan ditayangkan secara umum

  • Pencarian Properti